Memulai Investasi/Menabung Demi Masa Depan

Memulai investasi yang aman bukan hal mudah. Sekali lagi baca ” investasi yang aman bukan hal mudah” kalau mau mudah dan tidak aman bisa cari artikel lain. Saya akan memberikan cara-cara melakukan investasi aman yang bisa diikuti oleh siapapun. Sekali lagi poin yang saya sampaikan adalah aman nya bukan seberapa cepat uang itu dapat membuat kamu kaya raya. Prinsipnya di manapun sama, “High Risk, High Return”. Di artikel ini adalah yang low risk. Mari kita mulai.

1. Mulai Aja Dahulu

Mulai saja dari hal yang mudah. Pertanyaan saya apakah anda bisa menabung minimal 10%/bulan dari pendapatan anda? Atau kita ubah saja menjadi 100rb tiap bulan. 100rb adalah angka kecil dalam 1 bulan. Tapi bisakah anda? Kalau bilang iya, coba jalankan dahulu. Karena berkata-kata adalah hal yang mudah tapi nanti kalau menjalankan, kegagalan selalu ada dengan berbagai alasan. Sehingga syarat no 1 harusnya bisa anda lakukan. Meski belum memiliki rencana masa depan anda bisa mulai dari hal yang kecil. Tapi bila 100rb adalah hal yang besar anda bisa kurangi menjadi 50rb atau bahkan 10rb saja karena bukan nominal yang penting melainkan konsistensi.

2. Konsistensi

Memulai investasi harus diiringi dengan konsistensi. Kita mulai dari tabungan, bisakah anda menjalankan no 1 di atas. Kalau mengatakan iya, bisa maka cobalah konsisten di dalam tiap bulan setelah menerima gaji/uang jajan/pendapatan langsung tabung. Konsistensi adalah hal yang susah, karena bisa jadi ada diskon 50% dan anda ingiiiin sekali membeli barang tersebut atau pacar anda tiba-tiba mengajak kencan. Hal-hal inilah yang membuat sulit.

Saran saya adalah membagi tabungan anda minimal menjadi 2, untuk keperluan sehari-hari dan untuk tabungan. Untuk keperluan sehari-hari saya tahu anda pasti mengerti maksud saya, sedangkan untuk tabungan mungkin anda tidak mengerti. Untuk tabungan jangan membuat kartu ATM atau meminta akses tabungan dari internet. Gunanya apa? Supaya kamu kesusahan mengambil uang tersebut. Karena dengan fasilitas kartu, e-banking kita sering tanpa sadar mengeluarkan uang lebih cepat daripada yang kita sadari. Hal ini juga berlaku untuk promo-promo yang di keluarkan grab dan gojek. Dengan adanya promo kita membeli lebih banyak untuk mendapat promo, adanya cashback membuat kita lebih sering belanja.

3. Prioritas Menabung/Investasi

Apa yang saya katakan di point 2 mengenai tidak membuat kartu ATM atau e-banking tujuannya adalah agar kita susah akses dan ingat mengapa kita menabung atau investasi. Tapi hal itu bukan sebuah aturan baku atau hukum yang sangat mengikat. Misalkan bila anda sakit, maka gunakan tabungan anda. Maka yang paling baik sebenarnya memiliki 3 macam tabungan. Tapi ini hanya anjuran, ketika di poin 2 saya tulis jumlah tabungan itu adalah minimalnya. 3 tabungan untuk apa? 1. Keseharian, 2. Untuk tabungan. 3. Untuk kesehatan. No 3 bisa diganti dengan asuransi. Asuransi ini juga bisa dicari yang memiliki unit link. Di mana saat anda membayar asuransi, sebagian uangnya akan diinvestasikan oleh perusahaan asuransi untuk investasi di reksa dana. Keuntungannya adalah ketika anda sakit maka asuransi akan mengcover biaya anda, tapi bila anda sehat dan tidak pernah sakit maka uang anda bisa kembali. Perhatikan saat memilih asuransi. Pilih asuransi yang mencover anda bila rawat inap di rumah sakit saja. Karena bila sekalian dengan rawat jalan, biayanya akan lebih mahal. Ambil lah yang rawat jalan, kalau sudah menghitung pendapatan dan pengeluaran yang anda miliki dan anda rasa mampu mengambil asuransi yang juga bisa mengcover rawat jalan mu. Atau kita bisa gunakan alternatif yang lebih murah, yakni BPJS.

Intinya adalah kalau bisa tabungan anda tidak diganggu gugat dengan alasan apapun kecuali menyangkut nyawa. Karena itu coba pikirkan asuransi atau minimal BPJS.

4. Kesabaran

Menabung/Investasi butuh kesabaran. Saya sering melihat orang menabur benih dan berharap besok menjadi sebuah pohon besar yang sangat teduh. Hal itu tidak mungkin, karena tabungan atau investasi anda perlu waktu untuk bertumbuh dengan sehat. Apakah ada investasi yang bisa tumbuh besar dalam 1 hari?? Ada dan biasanya sangat beresiko. Semakin besar resikonya maka keuntungan juga makin besar.

Tabunganpun memiliki resiko, anda menabung dan tiba-tiba banknya bangkrut, maka uang anda akan hilang. Tapi resiko itu terjadi sangat kecil sekali kan. Anda bermain saham dan keuntungan lebih besar daripada tabungan, tapi perlu diingat bahwa saham juga bisa rugi. Kemudian anda bermain mata uang/ foreign exchange (forex) keuntungan bisa 2 kali lipat dalam sehari tapi di hari yang sama uang anda juga bisa hilang. Berhati-hatilah karena broker atau siapapun yang menawarkan keuntungan besar, tidak pernah memberitahukan pada anda resiko dan kerugian yang dapat terjadi. Namanya juga sales, kalau mereka dapat client maka mereka akan dapat honor dan kalau mereka bisa kaya dari sana biasanya mereka tidak akan cari client lagi. Coba pikirkan logika ini baik-baik.

Jadi kalau mau keuntungan tinggi dengan resiko rendah maka anda harus baca sampai poin selanjutnya.

5. Belajar, Belajar, Belajar Setiap Saat

Saham bisa beresiko, karena itu belajarlah membaca laporan keuangan sehingga tahu perusahaan itu memiliki keuangan yang baik atau tidak. Keuntungannya adalah resiko anda investasi di saham yang jelek sedikit. Tapi … … … Belajar adalah hal yang susah. Kembali kepada pendahuluan saya, “bukan hal mudah” belajar sering menjadi momok bagi banyak orang. Konsistensi saja susah, apalagi disuruh belajar lagi. Sekarang coba lihat jenis-jenis investasi berikut, pelajari dan catat. Belajar ini juga untuk melindungi kamu dari investasi bodong atau penipuan investasi.

Deposito

Saham susah, yang mudah aja seperti deposito. Nah, jangan menggampangkan. Deposito bisa dilakukan di bank tapi tanyakan aturan-aturan yang berlaku. Deposito akan memiliki bunga lebih besar dari tabungan tapi di saat yang sama deposito menahan uang dalam kurun waktu tertentu, sehingga susah bila ingin ditarik sewaktu-waktu. Bila bisapun biasanya ada penalti. Kemudian jangan kaget apabila imbal balik tidak sebesar yang anda hitung, karena ada biaya administrasi dan pajak bunga atau biaya² lain. Lalu bila bunga yang diberikan tinggi, bank tersebut juga akan meminta modal yang lebih tinggi. Kalaupun ada yang tidak memerlukan modal tinggi, bank tersebut biasanya baru dan resiko bangkrut lebih besar. Tetapi meski saya bilang besar, kebangkrutan bank jarang terjadi selama bank tersebut di bawah BI dan OJK. Kalau uang anda tidak terlalu banyak lebih baik pilih reksa dana terlebih dahulu

Reksadana

Reksadana memiliki resiko yang lebih besar dari deposito, eeeeit tunggu dulu. Kenyataannya reksa dana ada bermacam-macam mulai dari reksadana pasar uang(yang mirip deposito) sampai reksadana pasar saham(mirip seperti saham) atau reksadana gabungan keduanya yang biasa disebut reksadana campuran. Bedanya dengan deposito apa? Bisa ditarik kapanpun. Biayanya biasanya tercantum di reksadana tersebut dan yang pasti jauh lebih kecil daripada biaya deposito. Darimana start menabung reksadana yang seperti ini?? Kamu bisa mulai dari aplikasi online yang saat ini ada atau dari bank atau dari perusahaannya secara langsung. Aplikasi online yang saya gunakan untuk reksadana adalah tokopedia, bank saya di Commonwealth dan 1 di perusahaan aset manajemen langsung tanpa melalui bantuan media atau pihak ketiga.

Pelajari profil reksadana tersebut karena prinsipnya tidak akan berubah. Semakin tinggi profit dari reksadana tersebut maka resiko ruginya juga makin besar. Reksadana paling minim resiko adalah pasar uang, dengan profit 4-5% setahun. Apa bedanya dengan tabungan, 1 kamu tidak akan kena biaya administrasi bulanan. 2 tidak kena pajak bunga lagi. 3 kemudahan menarik dan memasukan uang tidak jauh beda dengan tabungan tapi kalau dihitung jangka panjang, jauh lebih menguntungkan daripada menabung biasa. Sesuaikan dengan resiko yang jantungmu kuat menanggung. Jangan ambil yang profit besar, resiko besar kemudian saat gagal besar menyalahkan penulis artikel meski sudah diperingatkan di dalam artikel.

Saham

Saham memiliki profit lebih besar daripada reksadana dan tabungan. Tapi memerlukan belajar lebih banyak daripada kedua produk tersebut. Lalu yang akan saya tekankan adalah investasi/menabung bukan “Main” saham. Orang bermain saham cenderung menginginkan profit cepat. Sedangkan saya menabung, di mana kerugiannya diminimalisir tapi keuntungan tidak bisa didapat dengan cepat. Ketika bermain saham usahakan kamu bisa membaca laporan keuangan. Hal yang harus bisa kau baca adalah pendapatan, pengeluaran, aset, hutang dan yang perlu kamu lihat adalah pendapatan>pengeluaran dan aset>hutang. Install aplikasi stockbit di Google playstore untuk membantumu. Setelah 4 hal itu kamu baca, coba cek apakah saham itu sesuai budget mu dan membagi deviden setiap tahun? Hal ini saja yang perlu kamu ketahui dalam memilih saham

Berikutnya, jangan membeli hanya 1 saham saja, supaya tidak jantungan ketika harga naik atau turun. Ketika semua saham harganya turun, maka bersabarlah karena ini berarti masalah global. bahkan ketika saham itu kondisi baik dan harganya turun, belilah lagi. Jangan berhutang dalam membeli saham. Jangan menyesal apabila kurang banyak membeli. Intinya JANGAN SERAKAH. Ketika sudah merasakan enaknya saham kadang orang bisa menjadi serakah dan kalap dalam melakukan pembelian saham.

Saham memiliki analisa fundamental dan analisa teknikal, tujuannya untuk melihat kapan waktu membeli dan kapan waktu menjual inilah yang disebut analisa teknikal sedangkan fundamental sudah saya sebutkan di atas, yakni membaca laporan keuangan. Perubahan saham bisa sangat fluktuatif tergantung kondisi ekonomi dan politik, sehingga mengambil keuntungan bisa sangat mudah. Tetapi sekali lagi mudah bukan berarti tidak ada resiko.

Cara paling mudah adalah menabung, kamu tidak perlu peduli berapa harga saham tersebut selama fundamentalnya bagus, kamu hanya beli saham secara konsisten dan menunggu deviden.

Grow your money

Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan. Saya tidak akan memberitahu reksadana apa, saham apa, deposito di bank apa yang bagus. Coba pelajari dan praktekan yang sudah kamu ketahui.

Tapi daripada terlalu liar akan saya beritahu beberapa saja. Saya pertama kali melakukan investasi di “mandiri investa pasar uang” Kamu boleh cari dan beli tetapi kalau saya bilang harganya sudah mahal. Saham saya sudah ada telkom dari harga Rp.800,- per lembarnya berarti kalau 1 lot harga waktu saya beli adalah Rp.80.000,- Lalu ada ACES hardware. Saya melihat saham-saham yang membagi deviden. Kemudian ada juga saham yang laporan keuanganya bagus tapi tidak/belum bagi deviden seperti cleo. coba cek dan jangan tanya saya, rekomendasi saham/reksadana lebih dari ini. Kamu benar-benar perlu belajar sendiri

Mulai saja dahulu, biasakan konsisten menabung, prioritaskan dahulu dalam menabung sebelum belanja bulanan, sabar, dan belajar.

Ingat High Risk = High Return jadi bila ada yang memberikan jalan cepat jadi kaya ingat High Risk = High Return.

2 respons untuk ‘Memulai Investasi/Menabung Demi Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.