Tugas Sebenarnya dari Seorang Guru

    Banyak yang mengatakan guru adalah sebuah pekerjaan yang mulia, tapi mengapa banyak hal yang sebaliknya terjadi? Banyak guru yang tidak dihargai dan banyak juga orang yang menjadi guru hanya sebagai pekerjaan saja. Banyak orang menjadi guru karena menjadi guru itu mudah  dan hanya mengajar saja mendapat bayaran yang cukup untuk hidup. Alasan-alasan seperti inilah yang sebenarnya merusak profesi guru dan merusak dunia pendidikan.

 

Seorang Guru Mengajar untuk Menimbulkan Kebijaksanaan

    Seorang guru mengajar, mengajar seperti apa? mengajar yang menimbulkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan dengan benar. Banyak guru mengajar agar materi mereka selesai. Maka dari itu kalau dikatakan dengan gamblang, banyak siswa belajar tapi mereka tetap bodoh. Kita diajarkan matematika agar bisa memperoleh kebijaksanaan dalam permasalahan yang membutuhkan perhitungan dengan teliti. Kita belajar bahasa Indonesia agar kita memiliki kebijaksanaan dalam menggunakan bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan mengajar membantu seseorang untuk membantuk dasar pengetahuan dalam hidup mereka.

photography of book page

      Mempunyai kebijaksanaan akan membuat kita mengambil keputusan yang benar, dan bertindak benar sesuai dengan bidang ilmu yang diajarkan. Banyak orang yang tidak bijak pergi mencari guru yang bijak agar memperoleh kebijakan. Kebijakan tersebut digunakan untuk memperbaiki hidup mereka dan mengarahkan hidup ke arah yang lebih benar.

 

Seorang Guru Mendidik Pikiran dan Hati

    Memunculkan kebijaksanaan adalah sesuatu yang mudah, hal yang susah dari seorang guru adalah mendidik hati. Banyak orang pintar dan memiliki kebijaksanaan yang luar biasa tapi hati mereka busuk. Coba perhatikan cerita berikut.

Ada seorang murid datang ke gurunya bersama temannya yang tidak terdidik.

Murid : Guru, temanku mengatakan 5+5=15 padahal setahu ku yang benar adalah 10. Kami berdebat dan akhirnya bertaruh, bila saya kalah maka saya akan membantu dia bekerja selama 1 minggu dan bila dia kalah, dia sendiri berjanji akan memotong kepalanya.

Guru : Muridku kamu salah dan temanmu yang benar.

Seketika itu juga tampakah muram muka sanga murid dan temannya mulai menari gembira. Setelah sang teman pulang murid ini kecewa dan protes keras kepada gurunya

Murid : Guru, aku tahu jawaban yang benar dan aku tahu guru lebih pintar dari aku. Mengapa guru malah membenarkan jawaban si bodoh itu???

Guru : Muridku, kalau kamu kalah, kamu hanya harus bekerja selama 1 minggu. Sedangkan bila dia kalah maka dia harus kehilangan nyawanya. Sebagai seorang guru aku tahu jawabanmu benar tapi aku tidak ingin ada nyawa yang hilang.

     Murid tersebut terdiam dan mengerti mengapa gurunya tidak membela dia.Maka mulailah muncul kebijaksanaan yang baru disertai dengan perubahan hati.

adult business close up friendship

      Murid ini memiliki kepintaran dan kebijaksanaan untuk tahu yang benar dan ia mempertahankannya. Hal itu sangat bagus tapi ia tidak mempunyai hati yang kasihan kepada temannya yang bodoh. Ia tidak meperdulikan nyawa orang lain. Banyak guru yang menjadikan muridnya pintar dan memiliki kebijaksanaan tapi semua yang dimiliki hanya digunakan untuk kepentingan diri dan bahkan rela menghancurkan orang lain.

Terakhir, ada 1 tugas lagi dari seorang guru dan tugas ini harus dimiliki oleh semua guru yang ada yaitu

Tidak Menyerah dan Memberikan Pengharapan Kepada Semua Muridnya

      Banyak guru bersyukur bila mendapat murid yang pintar, tapi benarkah itu tugas seorang guru?? Memang harus disyukuri bila mendapat murid yang pintar, tapi bagaimana bila diberi seorang murid yang bodoh??? Siapa yang salah? Pasti murid itu sendiri atau dari guru sekolah sebelumnya. Kenyataanya tidak, yang salah adalah kita sudah menyerah sebelum mendidik mereka. Banyak perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang pintar-pintar, tetapi untuk bisa masuk ke dalam perguruan tinggi tersebut murid harus menjalani berbagai macam test agar bisa lebih unggul dari yang lain.

e56a7dbe901f31bb09f11ab606d3a6c2

     Bukankah tugas kita sebagai guru untuk tidak menyerah kepada murid kita?? bukankah tugas mereka untuk menyadarkan bahwa mereka adalah seseorang yang bodoh dan kita akan menjadikan mereka pintar selama mereka juga tidak menyerah? Kita membentuk masa depan mereka, memberikan mereka kebijaksanaan dan membentuk hati mereka. Semua hal ini bukan hal yang mudah. Apa tujuannya menempa pedang menggunakan pedang yang sudah tajam??  Bentuklah sebuah pedang dari seonggok besi yang perlu dimurnikan dan dimasukan dalam api untuk diproses dan ditempa.

     Tenaga yang dibutuhkan seorang guru untuk menempa murid yang sangat pintar tidak banyak. Sedangkan untuk murid yang bodoh perlu tenaga dan pikiran yang sangat banyak. Ada sebuah cerita yang menarik dari seorang guru yang mana dia juga hampir menyerah saat menjadi guru. Coba simak cerita berikut

Upah Guru yang Paling Berharga

Ada seseorang yang baru lulus kuliah dan dia ingin sekali membuat sebuah lab untuk meningkatkan minat seluruh siswa dalam bidang sains, ia ingin agar siswanya dapat belajar dengan baik dan memiliki pilihan dalam masa depan mereka selain menjadi tentara. Mengapa? karena untuk masuk universitas kamu memerlukan latar belakang sains yang baik. Ia pergi ke beberapa sekolah dan ia ditolak hingga suatu hari ada kepala sekolah yang datang kepadanya dan mengatakan “aku akan memberikan padamu lab yang kamu inginkan, mengajarlah di sekolahku”.

pexels-photo-248152.jpeg

      Ia akhirnya memutuskan mengajar, dan hari pertama sangat penuh dengan ketegangan. Ia mengajar di depan kelas lalu melihat bahwa pandangan mata mereka kosong. Besoknya ia berpikir bagaimana cara agar anak-anak ini senang belajar sains, dan mulailah kelas dalam lab. Peralatan sains lab membuat anak-anak ini mengatakan “Wow” ia mengajar dan semua anak-anak terlihat senang dan memperhatikan. Hal itu tidak bertahan lama, karena setelah kekaguman itu selesai mulai terdengar suara penggaris yang saling memukul seperti pedang.

cellular-education-classroom-159844.jpeg      Minggu berikutnya tidak ada cara yang berhasil sehingga ia memutuskan untuk pergi ke kepala sekolah dan meminta ijin ke sebuah situs konstruksi dan kantor telekomunikasi, mengamati dan mengambil beberapa foto untuk mengajarkan fisika kepada mereka. Banyak ide yang muncul bahkan rencana untuk kelas kimia pun telah dipersiapkan. Kepala sekolah mengijinkan dengan syarat hal ini tidak memicu kekacauan. Esoknya kelas ini berjalan keluar sekolah dengan setiap anak membuat muka aneh dan melambai kepada kelas yang mereka lewati. Saat itu musim dingin dan setiap anak menggunakan jas mereka. Begitu mereka keluar terjadilah perang bola salju sehingga tidak pernah ada pelajaran keluar kelas lagi.

      Guru ini mencoba berbagai macam cara lainnya agar mereka tertarik dengan sains. Saat ujian tiba ia menjadi patah semangat, dikarenakan beberapa lembar ujian kosong dan hanya ditulis nama. Pikir guru ini berakhirlah sudah masa depan murid-muridnya. Mereka tidak dapat mengejar cita-cita mereka dan hanya akan jadi tentara. Setelah kelas selesai ia meminta ijin pada kepala sekolah untuk berhenti, ia merasa gagal dalam mendidik anak-anak ini, ia patah semangat karena tidak bisa memberikan kehidupan yang baik bagi masa depan murid-muridnya. Kepala sekolah melarang dan menyuruhnya mencoba lagi. Setelah 2 tahun, saat guru ini menjual tiket untuk acara sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang tentara dengan sigap menghampiri dia. Tentara itu berkata “Pak, apakah engkau ingat saya?”, Guru itu melihat sekilas dan ia langsung teringat dan berkata “Aku ingat setiap anak dari kelasmu jim”. Tentara itu kemudian mengatakan “Apakah anda tahu bahwa andalah guru favorit kami?”. Guru ini kaget dan berkata “Bagaimana bisa? aku merasa tidak mengajari kalian apapun dan aku hampir berhenti mengajar karena merasa mengecewakan kalian. Bagaimana kamu bisa mengatakan hal itu?”

pexels-photo-894638.jpeg

      Tentara itu menjawab “Tapi pak, kamulah satu-satunya guru yang peduli untuk terus berusaha dengan kami dan kamu tidak pernah menyerah.”. Sang guru pun menangis tidak terkontrol.(Cerita oleh Larry L Leathers)

Kebahagiaan guru paling besar adalah melihat semua muridnya hidup dengan memiliki sebuah pengharapan dalam diri mereka.

Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi guru yang sedang mengalami kelelahan baik fisik maupun mental, memberi pengetahuan serta kebijaksanaan dalam pekerjaan mereka dan menyalakan api pantang menyerah dalam mendidik murid-murid yang mereka miliki.

Satu respons untuk “Tugas Sebenarnya dari Seorang Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.