Analisa Desain Sistem : Testing dan Implementasi Sistem

    Kita memiliki 7 aktifitas utama :

  • Coding
  • Testing
  • Installation
  • Documentation
  • Training
  • Support
  • Maintenance

Coding tentu sudah kamu lakukan dan saatnya menyerahkan software ini ke client yang kamu miliki. Sering sekali banyak software house yang hanya sampai coding dan instalasi tetapi tidak memberikan sisanya. Tentu saja hal ini tidak memenuhi tujuan dari implementasi yang digunakan untuk mengubah sebuah spesifikasi sistem fisik menjadi sebuah software yang dapat diandalkan. Selain itu juga masih ada pekerjaan dokumentasi  dan tujuan yang membantu user sekarang dan yang akan jadi user di masa depan selalu dilupakan.

Testing

Programmer tentu saja melakukan testing pada software modul yang mereka buat, tapi tahukah kamu bahwa para programmer ini sering bias dalam melakukan testing modul yang mereka buat. Hal ini dikarenakan mereka membuat modul sesuai kebutuhan dan user tidak tahu cara menggunakan modul tersebut. Sehingga ada jarak antara apa yang dikerjakan oleh programmer dengan user. Testing memiliki beberapa cara. Pertama Inspection, sebuah teknik untuk melakukan testing dengan cara memeriksa code yang dibuat. Kedua, adalah walkthrough dimana sebuah group melakukan review terhadap software yang dibuat dan mereka memberikan komentar mengenai sesuatu yang akan membuat error. Ketiga adalah desk checking, dimana user melakukan eksekusi program secara manual oleh reviewer digunakan untuk mencari error logika pemprograman yang dilakukan. Setelah itu juga ada Unit Testing yang biasa dilakukan oleh programmer. Setelah itu akan ada integration testing untuk menyatukan setiap modul yang ada untuk di lakukan testing secara keseluruhan. Kemudian ada system testing untuk menguji secara sistem keseluruhan. Gunakan test case yang bisa membantu agar sistem agar mengetahui juga penggunaan software secara abnormal. Semua testing ini harus di dokumentasikan agar bisa diulangi saat ada revisi dari modul yang digunakan.

Lalu saatnya menguji cobakan pada user. Ada beberapa cara untuk mengujikan pada user. Kita buat user melakukan testing dengan menggunakan data dummy dan melihat simulasi kinerja dari sistem tersebut. User diharapkan untuk melakukan uji coba dengan memaksa agar sistem gagal(memasukan nama dalam tanggal lahir), hal ini digunakan untuk melihat bagaiman sistem mencegah dan memulihkan diri bila ada error terjadi(Recovery Testing). Lalu user juga diharuskan untuk memeriksa keamanan dari sistem(Security Testing). Terakhir user harus menguji coba untuk merusak sistem yang ada(Stress Testing) seperti memberikan input lebih banyak dari yang seharusnya.

Setelah semua testing yang dilakukan selesai ada 2 test terakhir yakni alpha testing dan beta testing. Alpha testing berarti melakukan testing dalam lingkungan yang akan digunakan. Kemudian beta testing adalah kelanjutan dari alpha testing di mana user mulai mencoba menggunakan data asli. Closed Beta untuk data asli yang akan diuji coba setelah itu open beta akan menghapus data, menyatakan bahwa testing selesai dan membiarkan user menggunakan sistem yang ada.

Installation & Implementation

Selesai testing dan waktunya mengimplementasikan. Implementasi tidak semudah memberikan sebuah apps dalam flashdisk dan mereka melakukan instalasi begitu saja. Percayalah kalau hanya begitu saja tidak akan ada yang menjalankan instalasi. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kesibukan sendiri. Direct Installation adalah sebuah cara untuk mengimplementasikan sistem baru dan langsung menghentikan sistem lama. Keuntungan utama adalah sistem baru langsung terpakai sedangkan kelemahannya adalah user banyak yang tidak siap dan pekerjaan akan lebih kacau. Cara kedua adalah dengan parallel installation, di mana sebuah sistem baru dijalankan bersamaan dengan sistem lama. Saat semua user sudah siap maka sistem lama tidak akan digunakan lagi. Ketiga, single location. Single location akan menginstall kan sistem baru dalam 1 komputer terlebih dahulu dan akan ada orang yang bergantian menggunakan komputer tersebut untuk membiasakan diri. Setelah 1 lokasi selesai maka mereka akan pindah ke lokasi lain dan melakukan hal yang sama. Cara keempat adalah phased installation, di mana instalasi akan dilakukan per modul dan menggantikan sistem lama bedasarkan modul yang digunakan.

Saat melakukan instalasi pastikan memperhatikan perubahan data yang terjadi. Karena mereka memiliki kebiasaan dari sistem lama dan belum biasa dengan sistem baru. Data error pasti tinggi, sehingga perlu pengawasan. Kemudian rencanakan dengan tepat dan hati-hati penutupan sistem lama. Karena kita perlu mencabut mereka dari kebiasaan lama mereka. Perhatikan juga alur bisnis dari organisasi karena menggunakan sistem baru maka alur bisnis ini juga akan terganggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.