Sistem Informasi Jasa (Service) : Aturan-Aturan Dalam Menjalankan Sistem Informasi Jasa Part 1

    Kamu sedang berbicara dengan temanmu dan dia bilang “Kelihatannya bisnis Jasa dalam bidang X menguntungkan, gampang dan sedang naik daun. Bagaimana kalau kita tiru?”

pexels-photo-933964.jpeg

     Saran saya adalah kamu harus bertindak lebih kritis daripada meng-iya-kan apa yang dia katakan. Tanyakan pada dia, “Apakah dia memiliki pengalaman dalam bisnis serupa? Apakah dia pernah mengetahui managemen dalam jasa tersebut? Apakah dia tahu di mana dia bisa menemukan pegawai yang capable dalam membantu dia?” Bila semua jawabannya tidak. Maka kamu harus mengehntikan dia sebelum dia mengalami kerugian finansial. Tetapi apabila kekuatan finansial dia sangat amat kuat, biarkan dia mencoba. Pengalaman akan membentuk dia dengan sangat baik.

Merencanakan Pembangunan Sistem Informasi Jasa

roll-the-dice-craps-board-game-points-122427.jpeg    Tapi ada yang lebih baik lagi sebelum dia menjalankan rencananya tanpa pengalaman, yakni mencoba membangun step-by-step dengan beberapa aturan yang akan saya berikan. Apakah aturan-aturan ini membuat kamu pasti sukses dalam membangun bisnis jasa apapun? Ya dan tidak. Mengapa bisa tidak? karena kesuksesan tidak bergantung pada aturan-aturan ini. Kalau begitu mengapa iya? Iya, karena ini bisa membantu meningkatkan persentase keberhasilan cukup tinggi.

 

Golden Rule : Being There

     Berada di sana. Ingatlah hal ini, setiap kali kamu ingin membangun sebuah bisnis jasa pastikan kamu sudah melihat bisnis tersebut dan bagaimana orang lain menjalankan. Berada di sana, yang saya maksud bukan hanya di depan konter pelayanan dan menerima pelayanan yag diberikan jasa tersebut tetapi cobalah melihat apa yang ada di balik konter pelayanan tersebut.

pexels-photo-824552.jpeg     Kamu ingin membuat jasa mencuci pakaian, jangan hanya melihat konter pelayanan yang duduk dan melayani tetapi lihatlah bagian mencuci pakaian. Kamu ingin buka sebuah jasa ojek, coba lihatlah tidak hanya ojek nya saja tapi lihatlah bagaimana pengaturan bisnis tersebut di belakang layar. Kamu ingin memberikan kesan pada pelayanan restoran pada pelanggan, Maka datang dan lihatlah bagaimana pelatihan pelayanan dalam restoran tersebut.

     Ketika kamu berada di sana (Being There) maka akan ada 2 hal yang harus kamu lihat, 1.) Kesusahan yang ada pada manajemen jasa tersebut. 2.) Hal-hal yang bisa kamu perbaiki untuk membuat jasa tersebut lebih baik. Kedua hal ini tidak akan pernah muncul bila kamu tidak pernah berada di sana.

Silver Rule no 1 : Komunikasikan

pexels-photo-590516.jpeg

     Setelah kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan dan kamu perbaiki. Sekarang sederhanakan pikiran itu dan komunikasikan dengan orang yang akan membantu kamu dalam membangun bisnis jasamu. Jangan meng-“gampang”-kan hal ini. Apa yang kamu anggap mudah belum tentu mudah bagi orang lain dan belum tentu mereka mengerti.

    Kalau kamu seorang bos dan kamu mengatakan idemu. Semua orang bsia meng-angguk-kan kepala mereka seolah mereka mengerti. Tetapi coba sehari setelahnya suruh mereka menuliskan maksudmu. Bila peserta rapatmu ada 10 orang, kamu bisa mendapatkan 10 jawaban yang berbeda dan sangat mungkin sekali kamu mengeluh, karena ada beberapa orang yang menuliskan maksud yang sangat jauh berbeda dengan apa yang kamu bayangkan.

eba2f05d6c3f41f347f00377a6921e9c

    Sekarang bayangkan kamu berkomunikasi dengan client-mu dan mereka salah menanggap arti yang kamu katakan. Misal kamu mengatakan pada clientmu “kami tutup, silahkan datang lain waktu”. Client-mu kecewa dan marah terhadapa jasamu. Padahal maksud mu adalah kamu sedang tutup untuk makan siang, atau ada kegiatan keagamaan yang sedang berlangsung. Apapun itu masalah komunikasi juga akan muncul pada saat kamu bertemu dengan client.

    Komunikasi adalah barrier utama dalam bisnis bidang jasa. Pastikan kamu bisa berkomunikasi dengan baik dan saya tidak bermaksud hanya cara bicara saja, tetapi apa yang akan kamu komunikasikan pada client atau rekan mu. Bila kamu kesulitan coba berikan gambaran kasar atau diskusikan dengan orang lain terlebih dahulu secara privat.

Belajarlah jadi guru, tidak hanya guru biasa tetapi guru yang sangat baik.

pexels-photo-325924.jpeg

Silver Rule No 2 : Lead With Passion

    “Ok, Kelihatannya itu ide yang bagus. Lalu apa yang harus saya lakukan? atau saya harus bagaimana?” Apa jawaban yang kamu berikan saat ditanya begitu? Jawaban paling mudah adalah “Itu tugasmu untuk mencari tahu”. Masalahnya jawaban itu adalah jawaban yang menyebalkan dan membuat orang kehilangan semangat dalam menjalankan hal tersebut.

    Jawaban paling baik yang pernah saya dengar adalah “Saya hanya tahu A dan B, sisanya ayo kita cari cara nya bersama-sama atau kita kembangkan cara A dan B bersama”. Passion berarti ketertarikan dalam sebuah bidang. Ketika kamu bilang memimpin dengan passion dan kamu tidak menunjukan ketertarikan dalam apa yang dikerjakan, maka saya berani bilang passion mu itu kosong.

pexels-photo-450278.jpeg

   Passion itu seperti kamu menemukan seseorang yang kamu suka, kamu akan mencari tahu apa yang dia suka, dan semua tentang dia. Ketertarikan itu membuat kamu belajar dan mengenai sesuatu. Cobalah tunjukan ketertarikan itu pada hal yang kamu kerjakan. Kadang bila kita terlalu lama dalam sebuah bidang maka passion tersebut menghilang. Contoh kehilangan ini adalah “Aaah, tidak usah bicara panjang lebar saya sudah tahu apa yang akan kamu katakan”.

    Kembali ke lead with passion. Maksud dari lead with passion adalah selain kamu tertarik dengan bidang jasa yang kamu garap, kamu juga menunjukan ketertarikan dengan yang dikerjakan oleh pegawaimu. Bila mereka bingung kamu akan meberikan mereka arahan, kamu akan tahu kesusahan mereka. Milikilah passion walaupun kamu berkata saya terpaksa bekerja di bidang ini, maka mulailah bentuk passion mu. Jadilah orang yang lebih baik.

Silver Rule No 3 : Jangan Membawa Beban Berlebihan.

      Jangan membawa beban berlebihan aau di dalam konteks yang akan saya agkat kali ini adalah jangan memberi beban berlebihan. Kamu akan menemukan orang-orang yang tidak memiliki hati dalam pekerjaan, yang mana sangat terlihat tidak memiliki passion.

090216_sigh_p

    Tugas pertama kamu adalah mencari tahu mengapa antusiasme yang dimiliki hilang atau kenapa tidak bisa tumbuh antusiasme. Seperti yang saya bilang sebelumnya pada rule ke-2, Passion bisa hilang. Ketika kehilangan passion maka orang itu akan berhenti dari pekerjaan nya atau menjadi beban bagi perusahaan. Daripada mencari pegawai baru dan melakukan training bagi pegawai baru. Bukankah lebih baik mencari alasan mengapa passion tersebut hilang.

     Hilangnya passion bisa jadi karena beberapa hal, yang pertama adalah karena orang itu memang tidak punya hati. Kedua adalah karena beban berlebihan yang diberikan atau dipaksakan pada orang tersebut. Ketika seseorang memiliki beban kerja yang terlalu banyak, jiwa dan pikirannya akan menjadi sangat letih dan ia mulai mengeluh dan mulai kehilangan passion dia pada mula-mula.

      Sebagai contoh saat seseorang memiliki passion, dia melayani customer yang membawa barang belanjaan. Saat memiliki passion dia akan memasukan barang belanjaan dengan memikirkan kondisi customer. Bila belanjaan banyak maka ia akan membagi belanjaan tersebut menjadi 2 kantong belanja. Tetapi bila ia tidak memiliki passion terhadap keadaan customer, selama 1 kantong belanja itu cukup maka akan dimasukan ke dalam kantong tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Kantong belanjaan rusak, customer harus memungut belanjaan mereka satu-persatu atau customer membawa belanjaan, tangan mereka sakit dalam membawa belanjaan tersebut.

gift-brown-shopping-market.jpg

    Mungkin saja passion pegawaimu tidak di depan kasir dan memasukan barang belanjaan customer. Passion dia bisa jadi di bagian ekspedisi dan mengatur barang masuk ke dalam truk.

 

2 respons untuk ‘Sistem Informasi Jasa (Service) : Aturan-Aturan Dalam Menjalankan Sistem Informasi Jasa Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.