CRM : Memberitahu Customer Bahwa Kamu Bernilai

       Kesalahan terbesar dalam Customer Relationship Management adalah mengatakan CRM itu hanya program atau sebuah cara marketing saja. Tentu saja kalau kita memiliki kualitas yang baik maka kita harus melakukan marketing. Customer tidak peduli kamu punya apa dan bisa apa saja kamu. Mereka akan memikirkan apa yang kamu perbuat untuk ku?

CRM mempengaruhi Marketing

       Sehingga benar bahwa CRM akan mempengaruhi cara kita melakukan marketing tetapi sekali lagi CRM tidak hanya marketing saja. Kita lihat saja dari 4 P. Product, Price, Place, Promotion yang dikemukakan oleh Eugene McCarthy. Ok, Bilang saja produk. Bagaimana cara kamu memarketingkan produk? Lihat produk baru kami, bla bla bla atau Kami punya fitur baru seperti A, B, C dst2.

n.jpg

       CRM lebih mengutamakan dalam melakukan marketing kita menyuarakan nilai yang kita berikan ke customer. Jadi selain mengatakan bahwa kita punya produk baru sebaiknya katakan bahwa produkmu bisa membantu customermu menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

        Bagaimana dengan price? Apakah cukup dengan mengatakan bahwa kamu memiliki harga murah? Tentu tidak, jangan bermain harga bila kamu tidak memiliki kuasa di sana. Justru sebaliknya katakan dengan harga seperti yang kami berikan sebenarnya kami juga memberikan  keuntungan untuk customer dengan kualitas atau dengan hal-hal yang tidak diberikan oleh kompetitor.

helping-you-grow       Bahkan fitur cicilanpun dapat membantu. Dengan mengatakan bahwa kami mengerti mengenai bahwa engkau kawatir mengenai harga, kami mengerti sehingga dengan semua keuntungan yang kami berikan maka kami tambahkan juga cicilan yang mampu meringankan beban anda(Customer).

      Saat hal ini kamu lakukan, seperti apapun bentuknya akan membuat customer mu yakin coba buka “Kuliah Sistem Informasi Kualitas Terbaik di Kampus Unggulan dengan Harga Murah” dan lihat tulisan mengenai harga. Menipu? tentu tidak. Hal yang tidak diperbolehkan adalah membuka biaya milik kampus lain karena bisa dianggap black campaign.

     Banyak yang berkata bahwa 4P sudah tidak cukup lagi sehingga ditambahkan menjadi 7P yang ditambah People, Process dan Physical Evidence. People untuk menunjukan betapa baiknya SDM yang melayani customer, begitu pula process dan physical evidence. Bila 3 P tambahan ini tidak membantu customer dalam menyelesaikan masalah maka percuma ditambah 3 P tersebut.

strategi-pemasaran-4p_large

Nilai yang Diberi Dari Barang.

      Kalau dari sebuah barang maka ada yang namanya customization yang memang digunakan untuk menarget customer dengan segmen tertentu. Misalkan sepatu, dengan bentuk sepatu yang sesuai dengan kaki seseorang maka kenyamanan sepatu bisa meningkat hingga 50%. Tetapi dengan adanya sepatu custom ini maka biaya yang diperlukan pun akan makin meningkat.

      Selalu tanyakan apakah customermu ingin sesuatu yang di custom. Tentu saja kalau custom memiliki masalah di biaya, buat saja mass customization atau sebuah barang limited edition.

     Tapi pelu diingat bahwa “Customer tidak membeli produk, mereka membeli solusi untuk masalah mereka.” Saat melakukan customization dan tidak menyelesaikan masalah customer, kita lihat saja penjualan barang custom mu pasti turun. Karena bagi customer di custom atau tidak, tidak terasa bedanya.

solution-to-problems-1

      Masih banyak cara untuk memberikan value dari produk. Misal dengan memberikan inovasi baru, memberikan keuntungan tambahan, termasuk dalam paket(bundling) dengan sebuah produk lain, memiliki Brand yang kuat, bahkan produk tersebut dapat besinergi adalah sebuah nilai bagi customer. Besinergi contohnya adalah google docs, google drive, dropbox. Bentuk sederhana adalah tanggalan(calendar) dalam smartphone yang bisa digabung dengan tanggalan yang ada dalam email.

Meningkatkan Nilai dalam Sebuah Jasa

     Nilai dari jasa berkembang dari 2 dasar yakni kesesuaian kualitas jasa tersebut dengan customer dan apakah jasa tersebut sesuai dengan tujuan customer. Misalkan melakukan pembangunan rumah oleh kontraktor, kualitas kontraktor tersebut akan terlihat dari rumah yang mereka bangun apakah sesuai dengan keinginan dari customer. Kontraktor ini sudah pasti cocok dengan tujuan dari customer. Jangan sampai saat customer membangun sebuah rumah mereka menyewa taksi untuk mengangkut bahan bangunan. Melihat kesesuaian dengan tujuan saja tanpa mengerti kecocokan jasa tersebut dengan tujuan.

494093793resize     Untuk melihat kualitas jasa, standart yang digunakan adalah melalui nordic model atau SERVQUAL. Nordic ditemukan oleh Gronross. Terdapat 3 komponen kualitas yaitu Tehnical, Financial dan Reputation. Tehnical adalah kualitas hasil dari kinerja jasa. Functional kualitas dari peforma jasa. Reputation adalah kualitas dari image jasa tersebut atau kekuatan brand di mata masyarakat. Ini adalah model dari Nordic untuk standart dari sebuah jasa. Selama kamu menjamin 3 kualitas ini maka kamu tidak memiliki masalah. Sedangkan SERVQUAL memiliki 5 komponen yakni RATER. Reliability, Assurance, Tangibles, Emphaty, Responsiveness.

       Tapi penilaian nordic maupun servqual adalah nilai untuk customer yang berupa perusahaan B2B. Karena perusahaan akan melihat standar/ISO dari perusahaan tersebut. Jadi untuk menyuarakan nilai ini ke customer mu akan menjadi hal yang sangat akward kecuali customermu adalah perusahaan.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.