Sistem Informasi Jasa : Mencari dan Melihat Akar Permasalahan

     Aplikasi seperti Gojek, Uber, AirBnB, TravelLoka tidak muncul begitu saja dan tiba-tiba menjadi besar. Mereka melihat kesempatan dengan cara yang berbeda. Berbeda seperti apa? Jangan melihat sebuah masalah sebagai pohon besar dan solusinya yang kamu berikan adalah menebang pohon tersebut. Coba lihat akar masalah yang terjadi.

Melihat Akar Masalah : Amati dan Buat Solusi.

     Melihat akar masalah ini cukup mudah, yang pertama kalau menggunakan sebuah jasa apa sih yang kamu keluhkan? Ambil contoh taksi online. Akar masalah yang terjadi adalah para pengguna taksi konvensional mengeluh karena supirnya merokok atau mobil bau rokok. Kedua, mereka tiba dalam waktu yang lama sehingga pengguna terlambat. Ketiga, biaya mahal tapi digunakan karena terpaksa. Kenapa terpaksa karena hanya ada taksi konvensional, apakah ada orang yang punya solusinya?

pexels-photo-590059.jpeg

    Apa solusi yang kamu berikan? taksi online memberikan solusi tersebut. Sopir dilarang merokok atau pakailah pengharum mobil, Taksi online dicarikan sesuai posisi terdekat dengan pengguna dan biaya yang lebih murah dari taksi konvensional. Pertama kali taksi online ini muncul, para pemilik taksi konvensional merasa bahwa mereka(taksi online) adalah anak ayam bau kencur dan tidak mungkin bertahan.

    Kenyataan berkata lain, taksi online makin menjamur dan membuat pemilik taksi konvensional makin gatal. Kesombongan yang dimiliki taksi konvensional pun mulai runtuh, sehingga yang mereka lakukan adalah merendahkan diri dan mulai meningkatkan standart serta fasilitas seperti taksi online.

pexels-photo-207582.jpeg

    Kalau dulu mereka mempunyai kekuatan dihadapan pengguna seolah berkata “Fasilitas saya seperti ini, kalau tidak mau ya sudah tidak usah pakai jasa saya” dan mereka melakukan monopoli harga sesuka mereka. Sekarang mereka seperti berkata “Jangan tinggalkan kami, kami sudah berubah dan sekarang yang kami pikirkan adalah demi kenyamanan anda sebagai customer kami”.

    Jadi kekuatan taksi online adalah mereka mengamati pengguna taksi konvensional, mendengarkan keluhan mereka dan memberikan solusi dengan menggunakan teknologi.

Membuat Solusi untuk Akar Masalah

     Membuat solusi ini tidak mudah, banyak taksi lain yang juga membuat solusi dengan memberikan harga lebih murah. Lalu muncul masalah baru yakni biaya operasional perusahaan yang besar sedangkan keuntungan yang diperoleh sedikit. Sedangkan bila perusahaan berkembang maka membutuhkan armada baru dan menggaji karyawan lebih banyak serta mencari dan melatih supir baru. Semuanya itu perlu biaya dan akhirnya harga kembali dinaikan.

pexels-photo-376729.jpeg

    Belum lagi ketemu supir yang malas dan tidak banyak bekerja. Saat ada order dari customer mereka jalan dengan santai tanpa tahu bahwa customer menunggu mereka. Mereka masih minum kopi dan ngobrol dengan teman-temannya. Saat customer memesan taksi konvensional yang terjadi adalah operator akan menyalakan radio dan mencari supir yang mau mengambil pekerjaan tersebut. Untuk menghindari pesanan yang dilakukan supir hanyalah tidak menjawab panggilan radio tersebut. Toh supir-supir ini memperoleh upah minimum dari perusahaan sehingga mereka tidak rugi.

    Taksi Online memberikan solusi dengan berkata bahwa armada yang dimiliki adalah kendaraan pribadi yang dimiliki oleh supir sehingga biaya pembelian mobil tidak ditanggung oleh armada, biaya maintenance merupakan tanggungan supir. Mengenai pendapatan supir, semakin rajin mereka mengambil penumpang maka gaji yang didapat oleh mereka akan makin tinggi. Sehingga tidak masalah kalau kamu kerja di kantor dan saat pulang kamu menjadi taksi online, mencari orang terdekat dan mengantar mereka ke sebuah tempat, mendapatkan bayaran dari mereka lalu pulang dan istirahat di rumah.

    Lalu bagaimana cara menemukan sopir yang aktif saat-saat tertentu dengan customer? dari sekian banyak supir apakah kamu akan menelpon satu per satu? bukankah ini tidak jauh beda dengan taksi konvensional?  Gunakan saja teknologi atau smartphone yang mereka miliki. Bila ada customer yang mencari maka akan dicarikan juga supir yang sama-sama sedang mencari pelanggan.

Sudah Menemukan Akar Masalah, Mengapa Solusi Tidak Muncul?

     Pertama, kadang solusi tidak muncul karena kita melihat masalah ini sebagai pohon besar, cara yang mudah adalah dengan membagi masalah-masalah yang ada. Kedua, tidak ada sebuah solusi yang akan muncul begitu saja dan menyelesaikan semua masalah yang ada. Kadang sebuah masalah perlu beberapa solusi. Ketiga, kamu mungkin sering berharap bahwa solusi akan muncul begitu saja dalam doa mu. Seringkali solusi akan muncul apabila kamu mencari di tempat yang tepat atau kita bilang berbicara dengan customermu. Jangan menunggu kotak kritik saran mu terisi penuh, customer kalau sudah sakit hati melihat kotak kritik saran saja tidak sudi apalagi menulisnya.

pexels-photo-355948.jpeg
Masalah Tanpa Solusi tidak Berefek Apapun.

Biasakan Mencatat Jangan Hanya Diingat.

   Pikirkan masalahmu, bagilah dan tulislah. Pastikan semua customermu masuk ke dalam pembagian tersebut. Misalkan dalam membangun sosial media. Setelah beberapa saat sosial mediamu tidak berjalan dengan baik Maka coba gambarkan.

pexels-photo-669615.jpeg

    Mengapa user aktif di sosial media yang kamu buat? Dari survey kepada 230 orang. 100 Mengatakan tidak tahu ada social media mu. 130 mengatakan tahu. Apakah cukup dibagi 2 ini? Terus kejar hingga akar masalah ditemukan. Bagi lagi 130 orang tersebut. 50 orang tahu tapi tidak follow, 25 orang follow tapi tidak aktif sedangkan yang benar-benar aktif adalah 35 orang. Gambarkan dengan visual agar kamu mudah mengerti.

Untitled

    Dari pembagian tersebut kamu akan menemukan bahwa ada 3 masalah besar. Seperti tidak tahu sosial media perusahaan, Apakah marketing mu kurang? atau apa yang salah?

   Tahu tapi tidak follow, nah ini perlu dicari lebih dalam, mengapa dia tahu tapi tidak mau follow? apa yang salah?

Follow tapi tidak aktif? kenapa tidak aktif? Apa hal yang bisa membuat mereka aktif?

PR mu adalah mencari tahu hal tersebut lebih dalam dan pikirkan solusinya. Inilah seni mencari akar permasalahan.

Satu respons untuk “Sistem Informasi Jasa : Mencari dan Melihat Akar Permasalahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.