Analisa Desain Sistem : Membuat Rencana untuk Proyek Sistem Informasi, dan Mempertimbangkan Sebuah Proyek

      Proyek sistem informasi adalah hal yang menyenangkan percayalah itu, client bisa menyebalkan? Tentu saja. Tapi pengalaman bertemu dengan merekalah yang membentuk diri kita. Ingat orang-orang sukses itu punya pengalaman dan mereka sudah memperoleh garam dan asinnya dunia mereka. Pastikan dirimu tidak darah tinggi(Maksudnya : latihlah kesabaranmu) seperti orang-orang sukses yang sudah ada.

why-critical-thinking-is-so-important

       Mencari proyek sistem informasi jugalah tidak mudah, karena banyak faktor. Untuk saat ini(2018) Demand untuk proyek sistem informasi masih sangat tinggi. Dari mana sumber-sumber proyek sistem informasi ini? Saya melihat sumber proyek sistem informasi ada 3 :

  1. Seorang Manager atau sebuah unit bisnis
  2. Manager yang ingin sistem perusahaan lebih efisien.
  3. Sebuah grup kecil.

       Sebuah unit bisnis ingin membuat program? Ok, masuk akal. Manager yang ingin sistem perusahaan lebih efisien? Mungkin program yang digunakan oleh perusahaan tersebut sudah lama(Obsolete/tidak update), sehingga ia ingin program yang lebih baik. Sebuah grup kecil? Hmm, ngapain mereka bikin sebuah program? Bisa jadi program yang diminta oleh group kecil ini adalah sebuah awal proyek besar. Seperti Go-Jek.

 

Menentukan Proyek Sistem Informasi yang Akan Diambil.

       Sebelum mengambil sebaiknya kamu cari tahu sumber-sumber proyek tersebut, ada beberapa sumber sih, ada yang mudah dan ada yang harus dipikirkan dengan matang. Menurut saya secara pribadi paling enak adalah menerima proyek yang berasal dari top management sebuah perusahaan karena kebutuhan mereka biasanya sangat jelas.

       Kemudian ada yang namanya steering committee atau sebuah panitia dalam organisasi atau acara tertentu. Mereka biasanya punya deadline yang sangat dekat. Misalkan dalam acara tersebut mereka menjual tiket dan kamu dibutuhkan untuk membuat program yang memastikan bahwa tiket itu benar dijual oleh mereka atau hanya sebuah aplikasi untuk meng-absen orang yang hadir. Kadang apa yang mereka minta juga kurang jelas. Maka di sini tugas kita untuk membantu mereka.

contentanalytics_illustration2

      Tetapi sumber proyek dari top management dan steering committee lebih menggambarkan kebutuhan organisasi secara luas inilah yang disebut top down approach. Sekali lagi, meski kebutuhan secara luas kadang mereka tidak terlalu tahu mengenai detil dari yang mereka inginkan.

          Seorang user dari department tertentu dan juga tim developer atau staff senior IS, mereka bisa jadi sudah lama bekerja di perusahaan dan mereka memiliki ide atau mereka menemukan sebuah bug atau masalah dalam aplikasi yang mereka pakai. Aplikasi yang dibuat belum tentu menggambarkan kebutuhan perusahaan secara luas dan hanya berpengaruh pada group tertentu, karena hal ini maka disebut Bottom-up Identification.

banner

        Setelah melihat sumber maka tugas selanjutnya adalah mengklasifikasikan atau memberikan ranking pada proyek tersebut. Apakah ini termasuk susah atau kah ini mudah, apakah proyek ini kecil atau jangka panjang? Tujuannya adalah untuk menentukan apakah proyek ini akan kamu ambil atau tidak. Apalagi bila kamu sudah memegang sebuah proyek, jangan sampai karena kamu 2 proyek maka semua proyek jadi kacau.

Faktor yang Dipertimbangkan Dalam Memilih Proyek

         Pertama kali yang kamu lihat adalah apakah kamu membutuhkan proyek tersebut? Seberapa butuh kamu? kalau jawabannya “Saya butuh” maka kamu akan melihat dalam faktor yang kedua dan ketiga. Kedua, yang harus kamu lihat adalah proyek yang sedang kamu kerjakan dan yang ketiga bandingkan juga dengan sumber daya yang kamu miliki. Cukup tidak apabila mengabil sebuah proyek lagi.

technology-photo

         Setelah itu baru kamu lihat dengan hasil evaluasi terhadap analisa yang kamu lakukan dan juga sesuaikan dengan kriteria perusahaan, misal nih. Kalau perusahaan bergerak di bidan pengembangan web jangan menerima pengembangan desktop application. Kelima, kondisi bisnis yang kamu miliki seperti apa? Kalau kondisi bisnis mu sedang menurun ada baiknya kamu ambil tetapi kalau sedang sangat baik pikirkan apakah proyek ini bisa membantu kamu mengembangkan nama.

Terakhir yang tidak boleh kamu lupakan adalah perspective dari pengambil keputusan. Kalau kamu punya atasan mintalah ijin dan sarannya. Kalau kamu pengambil keputusan dalam perusahaan maka putuskanlah dengan baik.

Iklan

Satu respons untuk “Analisa Desain Sistem : Membuat Rencana untuk Proyek Sistem Informasi, dan Mempertimbangkan Sebuah Proyek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.