Customer (CRM): Siapa Customer Itu?

       Banyak perusahaan mencari customer sebanyak-banyaknya, tapi siapakaha customer mereka? Mungkin ada yang berkata, pokoknya semua orang yang mau beli barangmu.

          Sampai saat ini jawaban itu tidak salah tetapi sangat menyebalkan. Perusahaan harus mengetahui mengapa sebuah customer membeli di tempat mereka, meski jawaban karena mereka no 1 terhadap kualitas atau pelayanan mereka baik. Apapun itu mereka harusnya tahu bahwa kenyataan mengenai customer.

Customer adalah Orang yang Memiliki Masalah

troubled-man-hands-head-white-background-32511478         Yeees, mereka memiliki masalah dan masalah itu ingin mereka selesaikan melalui dirimu. Jadi percuma kalau kamu memiliki variasi produk yang banyak dan pelayananmu baik serta tempat nyaman bila kamu tidak bisa menyelesaikan permasalahan mereka maka mereka tidak akan membeli barangmu atau menggunakan jasamu.

         Se-Simple itu atau se-sederhana itu. Contoh adalah saat kamu lapar, kamu memiliki masalah dan kamu perlu menyelesaikan masalah itu kan. Maka dari itu untuk menyelesaikan masalah maka kamu akan membeli sebuah makanan. Tidak mungkin karena kamu lapar lalu kamu pergi ke toko cat dan membeli cat.

        Tetapi ada orang yang tidak punya masalah dan mereka membeli? Benar, karena kita berhadapan dengan manusia maka ada banyak hal yang bisa mempengaruhi keinginan dan hal-hal yang menjadi masalah mereka

Masalah-masalah Customer

        Seperti pada umumnya kebutuhan manusia adalah sandang, pangan, papan. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu, sekali lagi karena kita berhubungan dengan manusia maka faktornya banyak.

 1. Reinforce Self Concept Need

        Langsung saja kita bicara mengenai pakaian, mengapa seseorang suka membeli sebuah pakaian tertentu misal kaos daripada polo. Apakah karena harga murah? bagaimana bila harganya sama? Apakah karena warna berbeda? bagaimana bila warna sama? atau meski bila warna beda tetapi warna yang disukai lebih mahal, mana yang kamu pilih?

         Secara logika guna baju adalah untuk kita pakai tidak lebih dari itu, tetapi kenapa banyak sekali faktor di dalam memilih baju?

       Sebagian hal ini gampang saat dibicarakan tetapi saat kamu dihadapi dalam pemilihan baju maka kamu akan menyesuaikan baju yang kamu beli sesuai dengan dirimu. Karena kamu memiliki konsep diri. Konsep diri adalah apa yang membuat kamu merasa keren dan bahkan nyaman dalam menggunakan pakaian. Meski harga barang itu mahal maka kamu akan beli untuk memperkuat konsep diri mu.

image
Sebuah Bentuk Konsep Diri

          Konsep diri ini banyak macam nya seperti, saya ingin terlihat keren, saya ingin terlihat bersih dan rapi, saya ingin terlihat pintar, saya ingin terlihat seperti idola saya atau apapun lah dalam memilih pakaian. Hal yang sama juga berlaku saat dia makan, membeli barang ataupun menggunakan jasa tertentu, yang bersambung pada gaya hidup mereka dan juga kebiasaan mereka.

2. Pola Kehidupan

         Customer membeli karena pola kehidupan mereka misalkan kebutuhan sehari-hari mereka, jumlah keluarga yang mereka miliki, struktur rumah tangga mereka. Hal ini menimbulkan masalah bagi mereka.

         Seperti apa? Misalkan seorang pria single hanya akan memenuhi kebutuhan hidup untuk diri mereka sendiri dan keinginan mereka sendiri, lain bila mereka sudah memiliki istri maka kebutuhan customer mu tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk dia dan pasangannya. Bayangkan jika dia memiliki anak, maka pola kehidupan mereka berubah dan kebutuhan mereka berubah.

family-silhouette-3
Bentuk Keluarga akan Mempengaruhi Customer

3. Hierarki Maslow

Hierarki Maslow sangat mempengaruhi kebutuhan customer kamu, coba pelajari sedikit.

maslow-hierarchy-of-needs

        Kebutuhan yang paling rendah adalah kebutuhan fisik, makanan mereka, sekaligus kebutuhan paling dasar yang tidak bisa dihindari. Kedua adalah keamanan, mereka butuh rasa aman maka dari itu mall-mall memperketat keamanan mereka karena mereka ingin berbelanja dengan rasa aman. Ketiga, rasa belonging. Sebuah perasaan ingin diterima dan diperlakukan dengan baik. Kalau kamu memiliki usaha maka tingkat ketiga ini adalah syarat minimal yang harus kamu penuhi.

Esteem dan Self Actualization adalah level yang lebih lanjut dan susah dicapai.

8227449        Esteem berhubungan dengan ego dari customer mu, customermu merasa diakui dan dihargai oleh karyawan yang melayani mereka. Mungkin karena hal inilah terbentuk moto “Pelanggan adalah raja”, atau intinya adalah membuat customermu merasa menjadi orang penting.

           Self-Actualization lebih ke arah customer mu bisa menyatakan diri di depanmu, dia sangat ingin menyatakan diri di depanmu. Hal ini bisa berdampak baik bagimu dan usahamu. Biasanya orang seperti ini akan mulai memberikan saran-saran mengenai produk atau bagaimana harusnya kamu bekerja. Positifnya yang menyebalkan adalah dia akan merekomendasikan usahamu pada orang lain dan kamu hanya harus bersabar saat dia menyombongkan hal itu berkali-kali di hadapanmu.

Kenapa perlu mengenali Customer?

            Mesti diingat bahwa perusahaan sering gagal mengerti masalah customer mereka, sehingga tidak bisa memenuhi keinginan mereka. Mereka juga kurang pengetahuan akan apa yang mempengaruhi customer. Target customer mereka terlalu besar sehingga mereka tidak bisa fokus dan menghabiskan banyak biaya.

90831eea-41a9-4fc7-bd5e-e1ce15fb484d

Sehingga kita coba lihat berikutnya apa yang akan mempengaruhi customer dalam membeli barang.

 

Iklan

Satu respons untuk “Customer (CRM): Siapa Customer Itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.