Sistem Informasi Jasa (Services) : Menyelesaikan Sebuah Masalah

      Bedasarkan pengalaman saya, orang yang menyelesaikan masalah bisa dibagi menjadi 4. Langsung saja, yang paling banyak adalah pengeluh, kedua pengkritik dan menurut saya ini hampir berimbang dengan yang pertama, Ketiga pemimpi, keempat adalah pelaksana.

1.Tipe Pengeluh

        Orang bertipe pengeluh ada banyak di sekitar kita, mereka biasanya punya ide-ide tapi selalu takut gagal dan sangat mudah menyerah dan hal ini membuat mereka makin tidak kreatif atau berani. Bahkan saat punya ide tipe orang pengeluh ini biasanya diam, karena kepercayaan diri mereka rendah dan saat ada masalah mereka mengeluh dan menyalahkan orang lain.

090216_sigh_p
Keluhan mereka atau perkataan mereka berkisar “Aku tidak bisa seperti itu”, “Kalau aku coba lalu gagal bagaimana?”, “Tidak ada yang peduli dengan ide saya, kenapa sekarang semua menyalahkan saya?”, “Salah si A” dan banyak lainnya cara mengeluh. Mereka

 

2.Tipe Pengkritik

        Mereka adalah tipe orang yang tidak takut berbicara, sangat teliti dalam mencari celah atau kita bilang mudah mencari kesalahan-kesalahan yang ada akan tetapi susah melihat kesalahan dalam diri sendiri. Orang seperti ini juga kurang bertanggung jawab, maksudnya adalah saat kita menjalankan ide mereka dan gagal maka mereka akan lepas tanggung jawab.

        Perkataan yang sering 16451criticizingmuncul saat mencari ide adalah “Ide itu kelihatannya tidak akan berhasil”, “Saya bilang juga apa”, “Saya telah bilang, salahmu ambil ide yang lain”, “Kalau saya yang jalankan ide itu pasti berhasil lah. Kamu kan cuma nerima ide tidak tahu menjalaninya secara detil”

3.Tipe Pemimpi

        Bermimpi bukanlah suatu hal yang buruk, tapi tipe orang pemimpi ini memiliki impian yang besar tanpa mau berpikir bagaimana cara mencapai impiannya. Mereka melabel diri mereka sebagai pemikir, sayangnya tidak pernah mencoba apapun. Sehingga harapan dan realita yang mereka miliki berbeda.

        Perkataan mereka selalu penuh impian, “Saya ingin S2”, “Saya memiliki impian perusahaan ini akan jadi besar”, “Detil rencananya nanti saja, jangan ganggu saya dengan detil-detil rencana”, “Kelihatannya bakal hebat kalau aku buka bisnis dan jadi boss”

josephthedreamer

4.Tipe Pelaksana

       Berpikiran positif setiap saat, selalu ingin bekerja dengan cepat dan tipe orang yang aktif. Apakah ini yang paling baik? Tentu tidak, kelemahan orang pelaksana adalah mereka kadang bereaksi tanpa berpikir. Andai mereka ambil waktu sejenak dan berpikir maka pekerjaan mereka akan lebih baik.

     Perkataan yang mereka keluarkan pun positif “Jangan menyerah menghadapi tantangan ini”, “kita pasti bisa”, “Mestinya bisa kalau kita usahakan”, “Sudah jangan dipikir banyak-banyak, langsung jalan saja”

how-to-become-a-go-getter

Yang manakah kamu?

      Kita tidak mungkin jatuh ke dalam ekstrem-ekstrem yang saya tulis, bisa jadi ada persentase nya seperti 10% pengeluh, 10% pengkritik, 10%pemimpi dan 70% pelaksana atau berapapun persentasenya.

rocks-balancing-on-driftwood-sea-in-background-153081592-591bbc3f5f9b58f4c0b7bb16

       Keseimbangan itu perlu sehingga kita boleh sekali punya mimpi besar, tapi juga harus bisa melaksanakannya, kita boleh mengkritik orang lain tapi berikan solusi juga bagi mereka, Saya ada rencana A, B, C yang mana akan kita coba. Ini dan itu salah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita coba untuk menanggulangi, mungkin ada yang lain?

        Sistem informasi jasa akan selalu berurusan dengan masalah, baik dengan adanya sebuah produk atau tidak ada produk, serta harus memiliki kemampuan adaptasi. Bayangkan saja kalau hotel-hotel atau maskapai penerbangan tidak memiliki kemampuan adaptasi dengan baik, saya rasa traveloka, airy room, trivago akan membuat beberapa dari mereka bangkrut.

seo-agency-problems1

        Itulah seni dari penyelesaian masalah, mereka melihat masalah lalu berubah dan bertahan dalam dunia bisnis ini. Selain ada 4 macam orang dalam menyelesaikan masalah, untuk penyelesaian masalah sendiri juga ada 4 langkah besar

Mengerti Kondisi yang Ada

       Jangan terburu-buru, saat ada masalah dan tidak mendesak. Cobalah pelajari kondisi yang ada, dengarkan permasalahan yang dikemukakan oleh customermu. Perhatikan baik-baik karena banyak sekali customer yang menghindar. Contoh “Saya suka produkmu tetapi permasalahan saya ada pada harga”. Apa jawabanmu? atau apa pembelaanmu? Pembalaan yang benar adalah “Saya mengerti dengan kondisi ekonomi yang sedang ada maka harga akan menjadi pertimbangan, akan tetapi berikut keunggulan produk kami yang tidak bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah”

understanding

       Saya selalu beranggapan bahwa harga tidak pernah menjadi masalah utama. Seperti membeli rumah, saat semua yang diinginkan customer terjawab maka saya jamin rumah tersebut akan dibeli oleh customer.

Identifikasi akar permasalahan

root-cause2small-400x250        Bila bukan Harga, maka apa masalahnya?Coba tanyakan pada customermu alasan ia ingin menggunakan jasamu atau membeli produkmu. Cari akar permasalahannya. Jangan terjebak dengan masalah harga dan harga dan harga lagi. Seseorang saat mencari rumah kalau dia sangat memikirkan harga maka ia akan mencari yang paling murah dan selesai. Tetapi saat dihadapkan dengan yang paling murah ia tidak mau, bukankah ini sebuah tanda yang jelas bahwa harga bukan masalah utamanya.

Buat Rencana

      Seringkali setelah tahu akar permasalahan kita tidak membuat rencana untuk mengatasi masalah tersebut. Bila ternyata yang menjadi permasalahan orang dalam membeli rumah adalah rayap, maka sebelum rumah itu kamu jual bersihkan dari rayap dan sertakan bukti saat kamu menjual rumah tersebut. Bila ia mencari lingkungan yang nyaman maka sertakan bukti bahwa lingkungan tersebut aman dan perlihatkan sistem keamanan yang ada. Bila ia kesusahan membayar berikan pilihan dalam pembayaran bertahap saat membeli rumah tersebut.

Jalankan Rencana Hingga Masalah Selesai dan Modifikasi Bila Perlu

       Langkah terkahir adalah jalankan rencanamu, dan saat ada masalah yang muncul modifikasi lah rencanamu dan sesuaikan dengan kondisi yang ada(kembali ke langkah pertama). Misalkan apabila orang yang mau membeli rumah tiba-tiba sakit dan perlu biaya, Apa yang kamu lakukan? ini di luar rencana. Maka coba modifikasi masalah pembayaran rumah ini dengan lebih lama atau dimulai saat dia sembuh dan bisa juga DP yang menandakan bahwa dia akan benar-benar membeli rumah tersebut.

cm-txjaueaec0at

       Di saat terakhir kalau misal tidak jadi beli. Berikan dia bunga dan antar ke rumah sakit. Tinggalkan kesan bahwa meski dia tidak jadi beli rumah di kamu, kamu peduli pada dia dan saat dia ingin beli rumah atau temannya ingin beli rumah maka dia akan ingat dengan kamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.