Operational VS Informational Database

        Operational dan Informational ini selalu menjadi perdebatan. Karena keduanya sama-sama bisa menjadi informasi. Nah yang menjadi beda adalah level informasi yang dihasilkan dari setiap data yang ada. Nanti juga akan diceritakan mengapa kedua hal ini tidak baik bila dijadikan dalam 1 server.

Operational Data

        Kamu tahu mesin kasir? ini adalah penghasil operational data terbesar dan Informasi yang bisa didapat berupa harga barang, stok barang, diskon yang sedang berlangsung. Operational atau yang kita sebut Online Transaction Processing (OLTP) adalah sebuah tempat transaksi terjadi sehingga jumlah insert update delete data pada server terjadi sangat sering dan sangat banyak. Kok bisa banyak? ingatlah bahwa mesin kasir tidak hanya 1 dan sayangnya Level informasi yang didapat dari OLTP ini hanya bisa digunakan untuk kepentingan cabang atau tempat transaksi itu terjadi.

pointofsales
Mesin inilah yang bertanggung jawab terhadap operational data

Informational Data

          Informational Data lebih ke arah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber untuk melihat pertumbuhan perusahaan secara global. Contohnya seperti ini, Oreo sangat laris di cabang surabaya dan tidak begitu laris di cabang kediri sehingga kita alihkan stok oreo dari kediri ke surabaya. Dengan begitu kita tidak perlu membeli oreo lagi untuk memenuhi stok yang ada di surabaya, dan pada pengiriman berikutnya kita bisa memperbanyak distribusi oreo ke surabaya dan mengurangi distribusi oreo ke kediri. Sehingga pengeluaran lebih sedikit dan keuntungan bisa dimaksimalkan.

knowledge-is-power
atau dalam hal ini meningkatkan pendapatan

           Masih banyak lagi keunggulan informational data karena informational data digunakan untuk kebutuhan global seperti menentukan arah perkembangan perusahaan, mencari tren barang, menentukan akan membuka cabang atau tidak di kota yang sama.

           Karena untuk keperluan global maka semua data harus sudah terintegrasi sehingga data tersebut bisa digunakan setiap saat.

Mengapa perlu dibedakan/dipisah?

  1. Kapasitas server, jangan lupa bahwa informational data menggunakan data secara keseluruhan bukan per cabang sehingga kapasitas server bisa menjadi isu.
  2. Kemampuan Server, Sebuah server digunakan untuk transaksi dan server yang sama digunakan untuk mengolah data. Bayangkan kamu membuka sebuah Unity, Chrome, visual studio dan android studio. Ketika kamu buka bersamaan maka akan ada yang namanya lag, sehingga kamu harus menutup sebagian. Bayangkan saat program kasirmu lag dan customer mu mengantri sangat panjang. Seberapa marah mereka?
  3. Kesusahan pengambilan data, bayangkan saat kamu butuh data sekarang dan kamu meminta cabang A, cabang B dan cabang C.
    Cabang A dapat langsung memberikan data, Cabang B sedang penuh dengan tamu sehingga dia tidak bisa memberikan data dengan cepat dan cabang C tidak tahu cara mengambil data karena orang IT nya sedang libur. Karena itu butuh datawarehouse dan seluruh informational database mu ada di dalam datawarehouse.

Jadi 3 hal ini adalah alasan utama mengapa operational dan informational database dipisah.

         Berikutnya kita akan melihat keuntungan lain dari datawarehouse.

 

Blog ini bagian dari kuliah Sistem Informasi Bisnis

 

Advertisements

2 thoughts on “Operational VS Informational Database

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s