Mencari Kebahagiaan Melalui Pendekatan PERMA Model

       Bahagia kok pakai model? memangnya menjadi bahagia mesti pakai teknik tertentu? Benar, tidak perlu model tertentu akan tetapi kita pelajari sedikit dan nanti akan kita lihat mengapa semakin sering kamu berinteraksi sosial online kamu semakin sedih atau sebaliknya kamu semakin bahagia (*mungkin secara tidak langsung kamu sudah menjalankan PERMA model*)

PERMA model dibentuk oleh Martin Selignman dan dimuat pada 2011. Menurut Selignman PERMA mendeskripsikan 5 bangunan penting dalam membangun kebahagiaan.

  • Positive Emotion(Emosi positif) –> Merasa baik.
  • Engagement(Terlibat)–> Terlibat dengan sebuah aktifitas.
  • Relationship(Relasi)–> Memiliki relasi yang baik dengan orang lain.
  • Meaning(Arti)–>Menemukan arti hidup.
  • Achievement(Pencapaian) –> Perasaan telah mencapai sesuatu dan sukses
    perma
    PERMA Model

    Tantangan yang muncul bagimu mungkin mengetahui harus fokus di mana. Maksud saya adalah kita memiliki nilai-nilai yang berbeda dan sebagai manusia kita terus berubah.

       Misalkan Positive Emotion mungkin hari ini kamu melihat burung-burung di udara, merasakan angin sejuk, dan cuaca yang cerah. Kamu merasa hari ini sangat positif tetapi setelah membaca berita maka sepanjang hari kamu menjadi negatif.

      Misalkan berita ini, setiap orang yang memiliki jiwa nasionalis yang tinggi akan marah dan akhirnya perasaan positif mereka menjadi negatif. Sebelum saya ikut membesar-besarkan masalah ini saya katakan untuk mengikuti contoh dari presiden kita.  Menurut saya presiden kita selalu berpikiran positif dan tidak membesar-besarkan masalah, itulah mengapa di tengah kesibukan beliau terlihat sangat bahagia.

      Ok, Back to topic. Kamu harus mampu menilai poin2 yang ada dalam dirimu dan mencari tahu apa yang bisa mempengaruhimu. Maksudnya adalah kalau kamu memiliki poin rendah dalam relasi maka carilah teman melalui forum atau sosial media yang ada, ikutlah komunitas.

 

Hati-Hati dengan KetidakSeimbangan

acid-alkaline       Mungkin kamu berkata bukankah lebih baik fokus pada salah satu saja, misalkan mendapat pencapaian dan sukses. Jangan salah kamu lihat negara jepang, mereka memiliki tingkat stress yang tinggi karena mempunyai ketidak-seimbangan dalam PERMA model ini. Untuk sukses mereka mengorbankan relasi, relasi mereka hanya untuk pencapaian dan kesuksesan mereka saja.

        Orang Indonesia sangat jatuh dalam sebuah relasi dan engagement. Sehingga rasa persatuan mereka tinggi tetapi sangat lemah dalam Achievement, jadi bila dilihat mereka akan mengerjakan sesuatu sesuai dengan standart minimum dan sebisanya saja.

        Coba seimbangkan hal ini, toh kalau kamu sukses orang tuamu, pacarmu, anakmu, istrimu dan semua yang memiliki relasi denganmu juga akan turut bahagia, coba pikirkan study lanjut dan lihat wajah orang-orag terdekatmu saat kamu lulus dan saya berani yakin kamu dan mereka akan sering tersenyum bahagia apalagi memiliki privilage lulus dari sebuah sekolah teknik yang memiliki kualitas tinggi.

 

gdp-or-happiness

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.