Apapun yang Berlebihan Tidak Baik. Karna itu Konsumerisme

Konsumerisme? kamu? merasa tidak terjerat dalam konsumerisme? coba pikir lagi.

Tapi setelah membaca, jangan membeci saya. Tolong lah. Hahaha

    Konsumerisme mungkin mempunyai hubungan erat dengan yang namanya kecanduan, kita bisa cek dengan wikipedia. Tetapi saya melihat bahwa konsumerisme adalah sesuatu yang membentuk gaya hidup kita. Contoh yang paling mainstream adalah cara kita belanja. Haruskah kita membeli sepatu sport ber-merk terkenal dengan harga 4 Juta Rupiah sedangkan dengan kualitas yang sama persis kita bisa dapat dengan harga 1 Juta, hanya saja merek yang ada di sepatu tersebut tidak terkenal.

nobrand-9629-1-almond
No Brand Shoe

    Nah, ini contoh konsumerisme. Mau tidak mau kalau di survey maka orang yang berada dalam konsumerisme sepatu sport akan memilih yang ber-merek. Bagi kamu yang memilih yang murah, kamu juga mungkin terjebak dalam konsumerisme.

      Tapi bukan bagian itu yang ingin saya bahas. Mari kita lihat sisi konsumerisme yang lain.

Konsumerisme Like.
Yep, Berapa banyak dari kalian jika posting foto merasa lebih bahagia bila like yang kalian dapatkan lebih banyak? kamu masuk dalam konsumerisme sosial media. Seperti yang saya bilang, ini tidak berhubungan dengan kecanduan. Tetapi hal ini membentuk gaya hidup. Dalam artian, apa saja yang akan kamu lakukan demi like yang banyak.

facebooklikecropped
Konsumerisme Like

     Secara tidak sadar kamu ingin HP dengan kualitas foto yang lebih bagus, kamu ingin berkeliling untuk mendapatkan foto yang bagus. Lalu? kenapa? masalah? bukaaaan, ini adalah hal yang bagus. Berkeliling membuat kamu sehat dan menjadi lebih kreatif. Kamera yang bagus memang diperlukan untuk mengabadikan momen-momen berhargamu. Dalam hal ini, itu baik.

      Nah apa yang buruk? Perhatikan tulisan saya. kamu merasa merasa lebih bahagia bila like yang kalian dapatkan banyak. Konsumerisme sangat terhubung dengan ketidak-puasan dan hal ini yang sering menjadi kecanduan. apakah salah ingin HP dengan kualitas foto yang lebih bagus? tidak.
Salah apabila setelah kamu mendapatkan HP tersebut, kamu belum puas. Ini yang disebut dengan konsumerisme.

      Ada banyak hal lain yang kita bilang termasuk konsumerisme, tidak hanya dalam hal remeh yang saya tulis. Kita bilang saja, Politik. Karena dia adalah orang yang saya benci maka saya tidak terima bila ada berita bagus tentang dia. Tetapi orang yang dia benci tidak memiliki berita jelek, karena yang dia benci orang yang bekerja dengan rajin, jujur dan profesional. Akhir dari semua itu adalah kebencian tertumpuk dan rasa tidak puas membesar kemudian terbesitlah sebuah pemikiran yang aneh-aneh.

ahok
Politik Juga Sesuatu yang Kita Konsumsi

      Pikiran yang aneh-aneh seperti “Orang-orang tersebut tidak bisa melihat kejelekan orang ini, sini biar aku tuliskan” Percayalah tulisannya akan berupa cocoklogi yang maksa. Nah kembali ke contoh yang like itu. Pikiran yang terbesit mungkin seperti ngomel tidak ada yang menyukainya atau merasa kesepian. Padahal yang memberikan like pada fotonya mencapai 500 orang. Rasa tidak puas dipadu dengan konsumerisme akan memberikan sebuah dampak buruk. Bukan berarti orang yang dengan status “Rohani” tidak bisa kena hal ini.

      Saya Kristen dan pendeta saya bilang “Apabila ada omongan saya yang bertentangan dengan alkitab, kalian(jemaat) ikuti alkitab” Ini yang membuat saya respect terhadap pendeta-pendeta saya. Di satu sisi mereka mengatakan jangan puas, tetapi di sisi lain mereka berkata “Puaskanlah dirimu dengan benar”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s