Generasi Sulit Move On

seringkali kita bilang susah move on dalam hal apapun, tahukah kita bahwa sebenarnya hal itu menghalangi kita? menghalangi untuk apa? tentu saja untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan memiliki hidup bahagia. kok bisa? biar saya ceritakan dalam beberapa point

1. Lebih suka melihat masa lalu

masa lalu memang penting, saat-saat kita bersama teman-teman kita bersenang-senang dan mengambil foto bersama, lalu kita koleksi foto tersebut dan saat kita sedih kita akan senang karena DULU pernah terjadi masa-masa tersebut.ini yang saya maksud dalam pikiran selalu keluar kata “Dulu”, dan karena sudah ada “dulu” mengapa saya tidak bisa kembali ke masa tersebut?
tahukah anda bahwa ada perkataan yang mengatakan “yang penting adalah sekarang” hal ini bukan berarti saya memarahi seseorang atau bagaimana, sadarkah kamu bahwa kamu bisa membuat sesuatu yang “dulu” di sekarang dengan lebih baik. lihatlah yang “dulu” dan belajarlah dari sana, bila dulu saya hanya mampu ke mall dengan teman-teman ku bagaimana dengan sekarang? mungkin sekarang saya bisa ke luar kota, ke gunung ataupun ke pantai yang indah jauh lebih indah dari mall.

2. Kerja untuk kabur dari masalah

seringkali kita malas disuruh bekerja, dan tahukah kamu bahwa kamu rajin bekerja saat teman-temanmu ingin mengajakmu keluar? alasan “SIBUK” sering digunakan saat kita diajak teman kita dan kita merasa mereka sudah berubah.
Hei, manusia itu berubah teman-teman kamu mungkin berubah, dan bukankah kamu juga berubah, kamu mungkin lebih cantik/tampan dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, bila ajakan temanmu salah atau mengarah ke sesuatu yang buruk ajaklah dia untuk berubah. Manusia tidak mungkin  tetap dan tidak mengalami perubahan, itulah hidup, itulah keindahannya  dan dari sana bisa saja kita mengubah hidup teman kita menjadi lebih baik.

3. Selalu melihat kekurangan

kenapa aku gendut? kenapa kau pendek? kenapa aku mudah dimanfaatkan? dan berbagai macam alasan lainnya selalu keluar tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
memangnya kenapa bila gendut, mengapa bila pendek, mengapa bila mudah dimanfaatkan? bukankah selama kita hidup dengan baik, bisa menjadi berkat bagi orang lain dan berguna bagi mereka itu mengartikan bahwa hidup kita tidak sia-sia.
ada teman saya yang kurang elok wajahnya dia mati-matian memoles wajahnya agar tidak malu di hadapan orang lain dan selama hidupnya dia takut akan kekurangan tersebut dan di sisi lain ada orang yang menerima bahwa memang wajahnya seperti ini dia menerima kenyataan tersebut dan di bahkan memanfaatkan hal tersebut untuk bahan gurauan(yang waktu itu saya pikir itu gurauan yg memandang diri hina) akan tetapi saya menemukan diri saya lebih nyaman pada teman saya yang kedua, yang menerima kekurangannya. coba renungkan hal ini dan ingatlah apakah anda mempunyai teman yang seperti itu? dan tanyakan saya lebih nyaman atau suka bertemu dengan yang mana.

4. Jauh di Mata dekat di kuota

ini yang terakhir, banyak alasan  yang bilang bahwa “sekarang kan jaman sosial media, kalo kangen tinggal di chat”
iy ok, saya tidak menyangkal hal itu, … itu benar. saya tidak bisa memaksakan hal ini akan tetapi dalam pengalaman saya, saya lebih suka bertemu, bertatap muka, mendengar suara teman-teman saya, dan menghabiskan waktu hanya untuk duduk dan ngobrol. bayangkan seperti ini, saat kita dengan orang yang kita sukai bukankah kita “deg-deg” an saat bertemu, walaupun perasaan “deg-deg” an itu sangat menakutkan entah mengapa kita sangat senang akan hal itu bandingkan dengan saat kita chat, yang mana yang lebih senang, perlu diingat juga orang yang kamu sukai bila menjadi pasangan hidup mu mereka akan bertemu dan tinggal seatap denganmu tidak mungkin kamu mengatakan sudah kita gini-gini aja seumur hidup chat.

apakah 4 poin tersebut dilarang? jawabannya tidak, semua hal itu tidak salah selama tidak berlebihan, definisi berlebihan di sini adalah di mana orang tersebut melakukan denial(penolakan kenyataan) terus menerus dan kemudian mulai menyalahkan orang lain atas masalahnya(ini gejala-gejalanya) sehingga obat yang ada adalah acceptance(menerima kenyataan) dan memikirkan solusi untuk masalah yang muncul.

saya tidak tahu apakah cukup hingga 4 poin saja, hal ini dikarenakan jaman berubah dan tantangan di depan tidak akan sama dengan yang ada hari ini sehingga mungkin ada yang mengatakan bahwa cuma 4 poin ini sebenarnya tidak memenuhi judul blog ini.
setelah membaca blog ini saya cuma berharap anda bisa move-on baik dalam masalah cinta ataupun masalah anda yang lain.
semoga blog ini bisa menjadi berkat. God Bless You

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s