5 Hal yang Merusak Dunia Pendidikan

Sebagai seorang pengajar saya mengetahui bahwa pekerjaan saya atau kita sebagai pengajar adalah pekerjaan yang baik dan mulia. akan tetapi tidak bisa dipungkiri ada beberapa hal yang menyebabkan baik dan mulia tersebut menjadi hilang malah kita bisa menjadi bahan hinaan.
sampai saat ini saya menemukan beberapa hal yang harus senantiasa saya lihat agar saya tidak jatuh ke sana

1. Rasa nyaman

kalau kita bilang ini adalah dosa pertama yang mungkin akan sering terjadi, di mana kita sudah merasa jago dan cuma memberikan ilmu “itu-itu” saja. padahal kita sebagai seorang pengajar harus keluar dari zona ini dan terus belajar, dan mempraktekan ilmu kita agar kita bisa mengajarkan dengan contoh nyata dan bisa mengajar lebih baik pada murid kita

2. Kemudahan dalam Mendidik

yang berikutnya adalah kemudahan, seringkali kita memberikan sesuatu pada anak didik kita tanpa memikirkan latar belakang, kemampuan, dan juga opini mereka. sehingga yang kita buahkan bukanlah seorang anak yang bisa mengharumkan nama bangsa akan tetapi seorang zombi yang hidup hanya mengeluh untuk tugas-tugas mereka. saya tekankan disini bahwa mendidik itu tidak mudah, jangan bangga saat ada anak pintar yang bisa lulus UN dalam didikan anda, banggalah saat ada anak yang di cap bodoh oleh semua orang dan tidak mampu apapun lulus UN dalam didikan anda dengan penuh integritas dan kejujuran.

3.Rasa Ingin Dihormati/Dihargai yang Berlebihan

“Hei, beri salam”, “kamu tidak mengerti apapun? padahal saya sudah lelah ngajari kamu”, “kamu terlambat, sudah keluar saja sana”,”Hanya si A yang bisa saya ajar, yang lain kurang ajar”
kata-kata ini sering muncul saat saya bertemu dengan sesama pendidik dan bercakap-cakap. mereka ingin dihargai dan dihormati, hal ini, saya tekankan juga, tidak salah. kita juga harus mendidik anak didik kita agar menghormati anda yang mendidik mereka.
tetapi tahukah anda bahwa mereka sebenarnya hanya mencontoh perilaku anda, saat anda terlambat maka mereka juga akan terlambat ke kelas anda, saat anda masuk kelas dengan hati tanpa semangat, maka mereka otomatis juga akan malas, saat anda malas mengajar maka penjelasan di depan kelas anda menjadi tidak jelas, saat anda membandingkan anak didik anda dengan anak didik anda yang lain itu sama seperti mengatakan “aku tidak peduli padamu”. seringkali anak didik kita tidak menghargai atau menghormati kita hanya karena ulah kita sendiri.

4. Ingin Trofi

tidak dipungkiri saat pertama kali anak didik yang saya ajar lulus ada rasa bangga dalam hati, yang harus kita ingat adalah jangan sampai ini menjadi sebuah trofi kita. dalam artian kita membanggakan trofi kita seolah-olah kita yang membuat mereka seperti itu lalu menyombongkan pada kolega kita dan sanak saudara kita. lalu setelah mereka lulus mereka tidak bisa apa-apa, saudara ini kenyataan, kita berikan mereka pelajaran terbaik ilmu-ilmu yang terbaru, mereka bisa menghafal dengan baik dan bisa menjadi juara kelas, lulus dengan nilai terbaik dan menang lomba ini itu, lulus dalam waktu 3,5 tahun atau bahkan 3 tahun.
tetapi mental mereka tidak sebaik apa yang ada di kepala mereka, mudah marah, tidak menghargai orang lain, merasa lebih superior, tidak bisa bekerja sama. lalu berkata “loh dia kan sudah lulus, masa ini urusan saya”,”dia kan memang begitu”,”tugas saya kan sudah selesai, dia dulu berprestasi”.
menjadikan seorang anak didik tanpa memikirkan masa depan mereka hanya akan merusak mereka, hati-hati dengan sikap ini.

5. Ingin Kendali

rasa ingin kendali bukan berarti selalu ditujukan pada anak didik kita, akan tetapi kadang ditujukan pada hidup kita. ada beberapa teman saya yang menyatakan bahwa mereka mengajar karena mereka tidak tahu mau kerja apa, dan yang kedua adalah mengajar itu enak dan pasti ngajarnya cuma itu-itu saja. ini adalah hal yang paling mengerikan, kenapa? karena mereka tidak yakin dengan kemampuan mereka sendiri, tidak berani mencoba dan kemudian melihat bahwa dunia pendidikan adalah jalan keluarnya. yang bikin saya geram adalah keluar dari mulut seorang pendidik yang mengatakan “toh, hanya ngomongin teori kan semua bisa”. ini adalah pemikiran yang buruk dan ini bisa merusak. masuk ke dalam dunia pendidikan hanya demi kepastian bahwa mereka pasti dapat mengendalikan hidup mereka ke arah yang pasti dan jalan yang lurus. bagi orang yang benar-benar memiliki hati dalam dunia pendidikan kalimat terakhir saya( yang saya underline) adalah sesuatu yang akan mereka tertawakan.

bila anda mulai merasa masuk 1 dari ke-5 hal yang saya tulis mungkin harus anda pikirkan profesi lain dan tidak menutup kemungkinan untuk anda berubah dari kondisi anda sekarang. belum terlambat bagi diri anda untuk berubah.

Tuhan berkati

Advertisements

4 thoughts on “5 Hal yang Merusak Dunia Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s