Inilah Jalan yang Dulu Kau Berikan Padaku

Aku tidak tahu mengapa dirimu merasa berat dengan apa yang kau lakukan sekarang, dahulu kamu memiliki apa yang tidak kumiliki.
aku sangat menyukai keberanianmu, kepintaranmu dan kebaikanmu.
aku ingin berada di dekatmu akan tetapi aku hanya seorang pria bodoh,
saat kau ingin meminum air dingin, aku mengipasi air tersebut sehingga menjadi dingin.
tetapi ada pria lain yang datang dengan membawa es batu.
kau datang padaku hanya saat kau membutuhkanku, saat seperti itu aku bahagia karena aku merasa bahwa kau mengingatku.
aku sadar bahwa aku tidak bisa menjadi seorang pria yang pantas bagimu.

aku mengambil sebuah langkah, agar aku menjadi pria yang pantas bagimu.
aku mencoba mengambil jalan yang aku tidak pernah ambil, jalan itu berat dan gelap gulita.
aku mencoba hal-hal baru agar aku bisa mencari topik pembicaraan denganmu.
aku berusaha dan terus berusaha agar kau melihatku layaknya seorang pria.
hingga pada akhirnya aku sadari
bahwa yang kau cari adalah seorang pangeran dengan kuda putih yang gagah, dengan baju zirah yang mengkilat, dan pedang yang bermahkotakan berlian.
saat aku melihat diriku, aku sadari apa yang aku lakukan selama ini jauh dari apa yang kau inginkan.

aku sadari bahwa aku seorang ksatria dan bukan pangeran.
kudaku penuh luka dan tak terlihat gagah.
baju zirahku penuh dengan goresan.
pedangku penuh dengan darah.

saat engkau bertanya mengapa aku masih berdiri sampai sekarang?
apakah pertempuranku mudah?
apakah jalan yang kujalani sangat jauh dari perang?apakah aku tidak lelah?

aku bersyukur atas engkau, engkau yang melatihku hingga aku kuat.
aku mendapat pengalaman yang berharga saat mengejar engkau.
berkali-kali aku jatuh dan bangkit, meskipun tembok besar di depanku,
aku akan terus berusaha maju, walau pada akhirnya aku tidak bisa berada di sisimu.
ada beberapa hal yang kusadari.
yang pertama aku sadari adalah aku menjadi kuat,
aku menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan,
aku menemukan jalanku, dan yang paling terutama adalah aku bukan orang yang sama seperti beberapa tahun yang lalu,
sehingga aku tidak bisa lagi mempertanggungjawabkan tindakanku dan perkataanku beberapa tahun yang lalu.
karena sekarang aku adalah orang yang berbeda, dan aku memberi jaminan bahwa aku akan makin bertumbuh dan berjanji akan menjadi berkat bagi orang-orang disekitarku.

aku minta maaf apabila aku tidak melihat engkau di depanku,
bila engkau mau, berjalanlah di sampingku,
bila engkau tidak mau, tinggalkan aku dan biarkan suatu saat nanti
ada orang yang memegang tanganku dan berjalan di sampingku,
berjuang bersama denganku, saling mendukung, saling mengasihi.

aku berdoa agar engkau bahagia, sebesar kebahagiaan yang ingin kuberikan pada orang yang nantinya akan ada di sampingku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s